Indonesia
ternyata kaya dengan bocah-bocah muslim “ajaib” penghafal Qur’an. Salah satunya
adalah Muhammad Abdul Rasyid, bocah berusia tujuh tahun yang telah menguasai 15
irama tilawah Imam dunia. Saat tampil pada acara Hafiz Indonesia 2014, Juli
lalu, Syekh Ali Jaber mencium tangan Rasyid dan menggelarinya sebagai Syekh.
ini Rasyid yang ku pernah nonton ^^ |
SIAPA
SEBENARNYA RASYID?
Rasyid dilahirkan di Riau pada 26 April 2007 dengan nama kecil Gilang. Sejak bayi, Gilang tampak berbeda dari anak lainnya. Saat berumur enam bulan, ia telah pintar mengucapkan lafadz “Allah.”
Rasyid dilahirkan di Riau pada 26 April 2007 dengan nama kecil Gilang. Sejak bayi, Gilang tampak berbeda dari anak lainnya. Saat berumur enam bulan, ia telah pintar mengucapkan lafadz “Allah.”
“Rasyid,
dari umur enam bulan sudah pintar membaca kalimat “Allah”, pintar jalan, pintar
ngomong,” kata ibunda Rasyid, Yulia Sofyani, saat ditanya oleh Irfan, host
Hafiz Indonesia.
“Kalimat
pertama yang diucapkan Rasyid adalah “Allah”…” lanjutnya sambil menangis.
Lebih jauh
ia menjelaskan, sebelum bertemu ustadz, Rasyid belajar otodidak. “Sampai detik
ini, saya tidak berani menjadi pendamping dia, saya tidak hafal Al Qur’an…”
tutur sang ibunda sambil berurai air mata.
“Dan Rasyid
belajar sendiri umi?” tanya Irfan.
“Iya, kak Irfan”
“Iya, kak Irfan”
Dari
wawancara Nyata diketahui, pada usia delapan bulan Rasyid sudah bisa membaca ayat-ayat
pendek. Lalu pada usia satu tahun, ia sudah lancar berbicara dan membaca Al
Qur’an.
Rasyid
selalu minta memegang Al Qur’an. Bahkan ia jadi sakit ketika jauh dari Al
Qur’an. Rasyid juga selalu minta ke masjid, hingga sang ibunda yang wiraswasta
kewalahan. Saat disekolahkan di Play Group, Rasyid tidak tertarik. Ia justru
menutup telinganya dan mengatakan kepada gurunya lebih baik mengaji daripada
pelajaran seperti itu. Saat ia diberi kesempatan mengaji, seluruh kelas terdiam
mendengarkan Rasyid.
Ibunda
Rasyid sempat membawa Rasyid ke psikolog untuk tes IQ. Dari sana diketahui
bahwa Rasyid merupakan anak Indigo tipe kristal. Rasyid yang masih balita
kemudian minta langsung kuliah. Tetapi hal yang hampir sama ia kemukakan. Ia
berkata kepada dosen Universitas Islam Riau bahwa ia pusing mendengarkan
pelajaran. Ia ingin pelajaran Al Qur’an.
Akhirnya
Rasyid berkenalan dengan internet. Dari sana, Rasyid belajar Al Qur’an dan
tilawah imam-imam besar melalui Youtube. Pada usia empat tahun, Rasyid telah
menguasai lima irama tilawah imam-imam besar. Melalui internet pula, Rasyid
mengenal karakter muslim Arab, termasuk pakaiannya. Ia kemudian minta jubah dan
dipakainya ke mana-mana, termasuk ke mall. Rasyid juga sering terbangun di
malam hari, ia bermimpi dan menyebut-nyebut ada Rasulullah dalam mimpinya.
Tak
berselang lama, Rasyid mengatakan keinginannya untuk haji dan umrah. Sang
ibunda belum dapat memenuhinya karena tidak punya cukup uang. Namun karena
Rasyid sangat serius ingin ke Makkah, bahkan ke mana-mana pakai baju ihram,
akhirnya ibunda menjual sebidang tanah untuk pergi umrah.
Dan ajaib,
di tanah suci, tiba-tiba Rasyid diangkat sejumlah orang ke mimbar Nabi. Bahkan,
Rasyid diminta oleh pemerintah Arab Saudi untuk menjadi warga Madinah. Tapi
sang ibu menolak.
SYEKH RASYID
Kini, dalam usia yang ketujuh, Rasyid telah menguasai lima belas irama tilawah imam-imam masjid besar. Seperti terlihat dalam video, Rasyid menghafal Qur’an dengan tartil yang bagus. Bisa seperti Syekh Mishari Rasyid, Syekh Saad Al Ghamidi, dan lain-lain. Rasyid juga bisa berbahasa Arab melalaui belajar secara otodidak.
Kini, dalam usia yang ketujuh, Rasyid telah menguasai lima belas irama tilawah imam-imam masjid besar. Seperti terlihat dalam video, Rasyid menghafal Qur’an dengan tartil yang bagus. Bisa seperti Syekh Mishari Rasyid, Syekh Saad Al Ghamidi, dan lain-lain. Rasyid juga bisa berbahasa Arab melalaui belajar secara otodidak.
Ketika
diminta komentar oleh Irfan usai Rasyid membaca surat Al Lail dengan irama
Syekh Mishari Rasyid dan kemudian meneruskan ayat dengan irama Sa’ad Al
Ghamidi, Syekh Ali Jaber pun kemudian mencium tangan Rasyid. “Saya tidak bisa
lebih daripada subhanallah. Indonesia saya percaya masih aman masih makmur
selama masih ada kayak Rasyid ini,” kata Syekh Ali Jaber disambut takbir.
“Saya berani
bilang Syekh Rasyid. Mulai dari sekarang, seluruh Indonesia bahkan seluruh umat
Islam wajib bahagia dan bangga karena masih ada kayak Rasyid. Dan saya harap
dari orang tua, mulai dari hari ini jangan dipanggil kecuali dengan syekh
Rasyid,” pungkas ulama ini. [Tim Redaksi Kisahikmah.com]
0 komentar:
Posting Komentar
`Silakan berkomentar apa saja yang penting mengandung hal-hal yang positif, sopan dan menjaga etika blog saya.
`spam! SARA! NEGATIF THINKING! DIHAPUS BAKALAN DICIVOK KAMBING lu
`Gak Koment??? Ayam Ngambang haha xD
Sekian dan terima es krim ^____________^